Berapa hari sekali Anda mencuci handuk Anda? Tiga hari sekali, seminggu sekali, atau bahkan sebulan sekali bisa saja menjadi jawaban banyak orang. Nah, idealnya berapa hari sekalikah sebaiknya handuk dicuci?


“Seminggu sekali tidak masalah selama Anda menggantungnya di tempat yang kering dan tidak membiarkannya jatuh ke lantai. Handuk yang digunakan setelah mandi bisa menjadi lembab sehinggga penting untuk dijemur,” tutur Kelly A Reynolds, PhD, profesor ilmu kesehatan lingkungan di University of Arizona.

Reynolds mengatakan, pada prinsipnya bakteri dan jamur akan mulai menumpuk setelah handuk digunakan, mengingat handuk digunakan untuk mengeringkan tubuh yang baru saja dibersihkan dari kuman dan bakteri. Namun, pertumbuhan bakteri dan kuman bisa melambat jika handuk terjaga dalam keadaan kering.

Kepada BuzzFeed Life dan dikutip pada Jumat (29/5/2015), Reynolds menuturkan jika sekali dipakai saja handuk sudah berbau tak sedap, kondisi itu bisa menunjukkan bahwa telah banyak bakteri dari kulit yang menempel di handuk. Ia menambahkan, ketika dipakai berkali-kali, pastinya akan banyak sisa kuman atau kotoran yang menumpuk di handuk.

“Umumnya handuk dipakai untuk menggosok kulit sehingga permukaannya akan penuh dengan tumpukan sel kulit mati. Ditambah lagi dengan kondisi lembab karena tidak dijemur maka akan tercipta lingkungan yang sempurna bagi bakteri, kuman, dan jamur untuk tumbuh subur,” kata Reynolds.

Reynolds mengingatkan bahwa penumpukan bakteri dan kuman juga berlaku bagi handuk tangan atau lap di dapur. Apalagi, handuk tangan dan lap dapur berisiko lebih tinggi terpapar kuman dari bahan makanan. Untuk itu, Reynolds menyarankan saat mencuci handuk mandi ataupun handuk tangan serta lap dapur, sebaiknya rendam dulu dengan air panas sebelum dicuci.

“Hal itu bertujuan untuk memastikan bahwa kuman dan bakteri serta jamur di handuk-handuk tersebut mati. Setelahnya Anda bisa menggunakan deterjen untuk mencucinya,” pungkas Reynolds.